La Tahzan jilid 1

Aku
ingat betul dengan buku ini. Buku yang menemaniku saat pertama masuk
asrama di suatu perguruan tinggi. yaah,,meski jelas tertulis "for smart
muslimah" dan aku yang notabene sebagai laki-laki, aku tetap membacanya.
Buku ini diberi oleh seorang perempuan yang berparas manis, polos, dan
cantik menurutku. Sebenarnya bukan niatan memberi, tapi ada jg unsur
pinjam buku dari ku. Mungkin belum genap satu tahun seingatku saat
pertama kali aku pinjam.
--------------------------
Dia
memintaku datang ke warnet untuk menemuinya. Aku datang dengan
tergesa-gesa dan gugup karena hari sudah sore dan cuma saat-saat seperti
itulah aku dapat menemuinya. Seperti biasa aku datang agak lama, karena
itu kebiasaan buruk ku yang selalu datang terlambat. Aku mengendarai
motor untuk sampai ke warnet, dan saat di parkiran sebelum
menemuinya....aku sempat bercermin di spion motor untuk merapikan rambut
panjang usang ini yang berantakan. Aku melihatnya saat pertama membuka
pintu, karena ia duduk tepat menghadap pintu. Saat aku menghampirinya
dia tersenyum manis dengan senyum kekanak-kanakannya...itu senyuman yang
selalu ku ingat dan ku rindukan..... Aku tak berani duduk di
sampingnya, aku hanya tersenyum... Kami bercanda sedikit disitu dan dia
sepertinya sudah ingin pulang dan langsung memberi ku buku. Ada 2 buku
yang ia berikan dan salah satunya "La Tahzan". Dia bergegas
mengajak ku pulang, sempat ku menahannya dengan berkata "mau langsung
pulang de?".. dan ia menjawab "iya, emang mau ngapain lagi kak?".. aku
hanya tersenyum dan mengajaknya pulang. Ingin ku menahannya lebih lama
untuk mengobrol, karena aku suka cara bicaranya dan tingkahnya yang
lucu. :)
Kami pulang dengan naik motor sendiri-sendiri...dan
berpisah di persimpangan jalan. Dia tak pernah mau menunjukan rumahnya,
mungkin dia punya alasan tersendiri untuk itu.
--------------------------
La Tahzan adalah buku yang berisikan motivasi-motivasi buat kita yang sedang dilanda kesedihan. La Tahzan
dalam bahasa Indonesia dapat diartikan "jangan bersedih". Banyak petuah
dalam buku tersebut, seperti kisah para sahabat Rasulullah SAW dan
istrinya. Buku ini tidak sekedar saya baca tapi pernah juga saya
terapkan pada "tausiyah" di asrama. Sesuai dengan kalimat di bawah
judul, buku ini lebih condong untuk muslimah (perempuan muslim).
--------------------------
Ku
bawa buku tersebut ke asrama dan ku baca tiap hari, bahkan melebihi
buku materi untuk kuliah karena buku ini sangat berharga bagi ku. Aku
tak memungkiri kalau buku ini sempat tergeletak lama karena aku telah
selesai membacanya. Sering ku merindukannya ketika membaca atau sekedar
melihat sepintas buku tersebut karena cover depan bergambar wanita
berjilbab yang bercadar itu mengingatkan sesosok perempuan berjilbab
yang memberi buku ini pada ku. Mungkin aku kePD-an dengan sikap dia yang
baik dan baik banged pada ku sehingga aku mulai suka padanya. Aku tidak
salah menyukainya tapi aku salah telah masuk dalam kehidupannya.
Teringat jelas di kepala ku ketika aku dibilang selingkuhan sama
teman-temannya. yaaa dia sudah punya pacar, tapi tak pernah
mempublikasikannya. Memang sejak pertemuan itu kami beberapa kali
bertemu lagi di tempat yang sama untuk memberinya oleh-oleh dari kota
dimana aku mengenyam pendidikan. Mungkin dari pertemuan itu temannya
beranggapan bahwa dia selingkuh, dan aku tidak pernah menduga itu. Dia
kecewa dan marah atas tuduhan teman-temannya. Aku hanya bisa memberinya
semangat dan bersabar... Aku salah besar karena hal itu, jika akhirnya
seperti ini aku takkan pernah melakukannya.
Beberapa minggu
kemudian, sore itu aku sedang di kampus tepatnya sedang kuliah, dia
menelpon ku dan aku tak menjawabnya karena sedang di kelas. Sepulang
kuliah aku sms dia yang akhirnya dia berkata ************(sensor) dan
mulai lah hari itu...
Banyak yang kaget melihat status kami di fb
'berpacaran', baik dipihak ku maupun dipihak dia. Dipihak dia ada teman
yang kaget dan mengomentari status tersebut, dan dipihak ku ada mantan
yang kecewa dan marah karena hal itu,. Aku bingung dengan mantan ku ini,
dia ninggalin aku dan pergi bersama cowo lain tapi sekarang malah
marah-marah **tiiiiiiiiiiitttttttttttttt** (lewat aja bung)
Hubungan
itu tak terlalu lama, hanya beberapa minggu kalo ga salah ato bulan, aku
tidak tahu tepatnya. Aku tau dia...dibalik sifatnya yang ceria dan suka
bercanda dia itu orangnya berperasaan. Hubungan itu adalah cara dia mengungkapkan perasaannya. Ketika dia jatuh (down) susah untuk
bangkit, ketika benci ia tidak segan-segan menampakan wajah ketidak
sukaanya dan ketika menyukai seseorang sulit untuknya melupakan seseorang itu.
Sesudah
hubungan itu kami tetap seperti biasa tidak ada perubahan. Meski tidak
terlalu terbuka, sering dia mencurahkan isi hatinya padaku dan aku pun
menampungnya dengan senang hati. Aku senang akan suatu hal ketika dia mencurahkan isi hatinya. Dia bercerita manja seolah seperti bercerita pada kakaknya sendiri. Memang dia anggap aku tidak lebih dari kakaknya, tapi aku anggap dia lebih dari itu.
-------------------------
Tidak ada komentar:
Posting Komentar