Aku ingat betul dengan buku ini. Buku yang menemaniku saat pertama masuk asrama di suatu perguruan tinggi. yaah,,meski jelas tertulis "for smart muslimah" dan aku yang notabene sebagai laki-laki, aku tetap membacanya. Buku ini diberi oleh seorang perempuan yang berparas manis, polos, dan cantik menurutku. Sebenarnya bukan niatan memberi, tapi ada jg unsur pinjam buku dari ku. Mungkin belum genap satu tahun seingatku saat pertama kali aku pinjam.
--------------------------
Dia memintaku datang ke warnet untuk menemuinya. Aku datang dengan tergesa-gesa dan gugup karena hari sudah sore dan cuma saat-saat seperti itulah aku dapat menemuinya. Seperti biasa aku datang agak lama, karena itu kebiasaan buruk ku yang selalu datang terlambat. Aku mengendarai motor untuk sampai ke warnet, dan saat di parkiran sebelum menemuinya....aku sempat bercermin di spion motor untuk merapikan rambut panjang usang ini yang berantakan. Aku melihatnya saat pertama membuka pintu, karena ia duduk tepat menghadap pintu. Saat aku menghampirinya dia tersenyum manis dengan senyum kekanak-kanakannya...itu senyuman yang selalu ku ingat dan ku rindukan..... Aku tak berani duduk di sampingnya, aku hanya tersenyum... Kami bercanda sedikit disitu dan dia sepertinya sudah ingin pulang dan langsung memberi ku buku. Ada 2 buku yang ia berikan dan salah satunya "La Tahzan". Dia bergegas mengajak ku pulang, sempat ku menahannya dengan berkata "mau langsung pulang de?".. dan ia menjawab "iya, emang mau ngapain lagi kak?".. aku hanya tersenyum dan mengajaknya pulang. Ingin ku menahannya lebih lama untuk mengobrol, karena aku suka cara bicaranya dan tingkahnya yang lucu. :)
Kami pulang dengan naik motor sendiri-sendiri...dan berpisah di persimpangan jalan. Dia tak pernah mau menunjukan rumahnya, mungkin dia punya alasan tersendiri untuk itu.
--------------------------
La Tahzan adalah buku yang berisikan motivasi-motivasi buat kita yang sedang dilanda kesedihan. La Tahzan dalam bahasa Indonesia dapat diartikan "jangan bersedih". Banyak petuah dalam buku tersebut, seperti kisah para sahabat Rasulullah SAW dan istrinya. Buku ini tidak sekedar saya baca tapi pernah juga saya terapkan pada "tausiyah" di asrama. Sesuai dengan kalimat di bawah judul, buku ini lebih condong untuk muslimah (perempuan muslim).
--------------------------
Ku bawa buku tersebut ke asrama dan ku baca tiap hari, bahkan melebihi buku materi untuk kuliah karena buku ini sangat berharga bagi ku. Aku tak memungkiri kalau buku ini sempat tergeletak lama karena aku telah selesai membacanya. Sering ku merindukannya ketika membaca atau sekedar melihat sepintas buku tersebut karena cover depan bergambar wanita berjilbab yang bercadar itu mengingatkan sesosok perempuan berjilbab yang memberi buku ini pada ku. Mungkin aku kePD-an dengan sikap dia yang baik dan baik banged pada ku sehingga aku mulai suka padanya. Aku tidak salah menyukainya tapi aku salah telah masuk dalam kehidupannya. Teringat jelas di kepala ku ketika aku dibilang selingkuhan sama teman-temannya. yaaa dia sudah punya pacar, tapi tak pernah mempublikasikannya. Memang sejak pertemuan itu kami beberapa kali bertemu lagi di tempat yang sama untuk memberinya oleh-oleh dari kota dimana aku mengenyam pendidikan. Mungkin dari pertemuan itu temannya beranggapan bahwa dia selingkuh, dan aku tidak pernah menduga itu. Dia kecewa dan marah atas tuduhan teman-temannya. Aku hanya bisa memberinya semangat dan bersabar... Aku salah besar karena hal itu, jika akhirnya seperti ini aku takkan pernah melakukannya.
Beberapa minggu kemudian, sore itu aku sedang di kampus tepatnya sedang kuliah, dia menelpon ku dan aku tak menjawabnya karena sedang di kelas. Sepulang kuliah aku sms dia yang akhirnya dia berkata ************(sensor) dan mulai lah hari itu...
Banyak yang kaget melihat status kami di fb 'berpacaran', baik dipihak ku maupun dipihak dia. Dipihak dia ada teman yang kaget dan mengomentari status tersebut, dan dipihak ku ada mantan yang kecewa dan marah karena hal itu,. Aku bingung dengan mantan ku ini, dia ninggalin aku dan pergi bersama cowo lain tapi sekarang malah marah-marah **tiiiiiiiiiiitttttttttttttt** (lewat aja bung)
Hubungan itu tak terlalu lama, hanya beberapa minggu kalo ga salah ato bulan, aku tidak tahu tepatnya. Aku tau dia...dibalik sifatnya yang ceria dan suka bercanda dia itu orangnya berperasaan. Hubungan itu adalah cara dia mengungkapkan perasaannya. Ketika dia jatuh (down) susah untuk bangkit, ketika benci ia tidak segan-segan menampakan wajah ketidak sukaanya dan ketika menyukai seseorang sulit untuknya melupakan seseorang itu.
Sesudah hubungan itu kami tetap seperti biasa tidak ada perubahan. Meski tidak terlalu terbuka, sering dia mencurahkan isi hatinya padaku dan aku pun menampungnya dengan senang hati. Aku senang akan suatu hal ketika dia mencurahkan isi hatinya. Dia bercerita manja seolah seperti bercerita pada kakaknya sendiri. Memang dia anggap aku tidak lebih dari kakaknya, tapi aku anggap dia lebih dari itu.
-------------------------